0
Dikirim pada 09 Februari 2016 di Berita Terbaru

Hujan di Perayaan Imlek, Mitos atau Fakta

JAKARTA – Perayaan Imlek sering dihubungkan dengan datangnya hujan secara terus-menerus dan angin besar. Namun, benarkah Imlek merupakan alasan hujan deras turun?

Menurut Encyclopedia, Selasa (2/2/2016), Tahun Baru China atau Imlek jatuh ketika musim dingin Solstice dan Vernal Equinox yang juga disebut Spring Festival. Imlek menjadi sakral sebab penganut ajaran Tridarma mensyukuri datangnya musim semi yang segera menggantikan musim dingin.

Hujan sendiri merupakan simbol keberuntungan yang disambut pada perayaan Imlek. Momen ini sendiri datang di Indonesia pada Februari yang bertepatan dengan musim hujan. paket internet

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofosika (BMKG) juga telah memberikan peringatan bahwa curah hujan akan memuncak pada pekan pertama Februari 2016. "Pada awal Februari 2016, sebagian wilayah Indonesia dalam masa puncak musim hujan. Kondisi atmosfer juga menunjukkan berbagai fenomena yang mendukung pembentukan awan hujan yang lebih intensif dalam beberapa waktu ke depan," terang pihak BMKG.

Hujan deras yang akan datang tersebut ditandai dengan kondisi monsun Asia yang intensif disertai kondisi seruakan dingin (cold surge) yang terindikasi menguat. Bersamaan juga dengan fase basah dari fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang memasuki wilayah maritim kontinen (Indonesia). Selain itu, daerah pertemuan massa udara terpantau terbentuk di sekitar Jawa hingga NTT.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai datangnya bencana. Pada intinya, Imlek yang merupakan hari penting untuk umat Buddha Mahayana, Khong Hu Cu, dan Tao ini memang bertepatan dengan musim hujan di Indonesia.

daftar paket internetcara daftar paket internet smartfreninfo daftar paket internet smartfren



Dikirim pada 09 Februari 2016 di Berita Terbaru
comments powered by Disqus


connect with ABATASA